Penerapan Model Pembelajaran Al-Qur’an Di SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen Tahun Pelajaran 2019-2020


Penerapan Model Pembelajaran Al-Qur’an Di SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen Tahun Pelajaran 2019-2020

Skripsi Penerapan Model Pembelajaran Al-Quran
Sumber Gambar: Google Logo UMS

A.   Latar Belakang Masalah
Pembelajaran merupakan suatu langkah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang dilakukan pada setiap lembaga pendidikan, dalam pembelajaran terdapat adanya model pembelajaran, seperti pada mapel al-Quran yang mana mempunyai model pembelajaran. Dengan adanya pembelajaran al-Quran tersebut bertujuan untuk mempelajari ilmu yang ada di dalam al-Quran seperti ilmu akhlak, aqidah, isi kandungan dan hukum bacaam. Dalam mempelajari al-Quran tentunya ada etika membaca dan tatacara membaca, maka dari itu apabila membaca Al-Quran akan dinilai ibadah dan mendapatkan pahala dan dianjurkan umat Islam mempelajari dan mengajarkan Al-Quran, karena Al-Quran termasuk pedoman bagi umat Islam. Seperti pada sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini:
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَانَ رَضِي الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ النَبِىَ صَلَى الله عَلَيْهِ وسَلَمَ : خَيْرِكُمْ مَنْ تَعَلَمَ القُرْآنَ وعَلَمَهُ . [ رواه البخاري وأبو داؤد واترمذي ]
Diriwayatkan dari Utsman bin ‘Affan r.a berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Orang yang terbaik diantara kalian ialah yang mempelajari  al-Qur’an dan mengajarkannya”[1]. (HR. Bukhari, Abu Daud dan Tirmidzi)

Mempelajari al-Qur’an merupakan suatu langkah dalam belajar memahami isi kandungan dari setiap ayat pada al-Quran. Mempelajari al-Quran dapat menambah pahala dan kebenaran dari isi kandungan sudah tidak ada keraguannya, karena Al-Quran termasuk kalam Allah SWT yang di jadikan pedoman umat Islam. Pembelajaran Al-Quran sudah diajarkan pada setiap lembaga pendidikan seperti Madrasah Ibtidaiyah hingga ke jenjang Madrasah Aliyah dan sampai jenjang perguruan tinggi. Pada pembelajaran Al-Quran tentunya mempounyai tujuan tersendiri antara lain: siswa agar terbiasa membaca Al-Quran, siswa agar paham dengan hukum tajwid pada setiap bacaan dan agar tertanam nilai-nilai keagamaannya.
Fungsi dari al-Qur’an yaitu sebagai pedoman umat Islam untuk menuju jalan Allah SWT. Dengan kata lain al-Qur’an tidak memberi instruksi yang salah atau mencelakakan orang lain. Sebaliknya, apabila manusia tidak mengikuti petunjuknya, maka bisa tersesat di dunia dan akhirat. Dalam kitab Al-Quran juga sudah memberikan petunjuk bagi umat Islam agar selalu bertakwa kepada Allah SWT.[2] Sebagaimana yang tertera pada surat Ali Imron ayat 138:
هَٰذَا بَيَانٌ لِّلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ
 “(Al Qur‟an) Ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (Depag RI, 2006 : 67)[3]

Pembelajaran Al-Quran sudah masuk di dunia pendidikan formal maupun non formal ketika itu anak yang usia 7 tahun sudah diajarkan al-Quran di masjid-masjid.[4] Pada perkembangan selanjutnya, lembaga pendidikan nonformal mengalami kehambatan setelah munculnyanya lembaga pendidikan yang formal, sehingga menjadikan keprihatinan bagi umat Islam mengalami buta haruf karena sejak kecil tidak di ajarkan membaca,menulis al-Quran.
Pembelajaran Al-Quran yang efektif dan praktif serta menyenangkan tentunya dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang tepat. Dengan adanya model-model pembelajaran Al-Quran tentunya akan memberikan dampak positif pada hasil pembelajaran di setiap pendidikan. Maka dengan adanya model pembelajaran Al-Quran tentunya tidak terlepas dari peran seorang pendidik yang professional dalam menerapkan model-model pembelajaran Al-Quran.
SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen ialah sekolah swasta berbasis Islam yang berada di kota Sragen, Jawa Tengah. Tepatnya di jalan Kutorejo, Sragen Tengah, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen. Sekolah ini mempunyai model tersendiri ketika mempelajari Al-Quran yaitu dengan membuat kelompok, setiap kelompok terdiri dari beberapa anggota. 
SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen mempunyai Model pembelajaran al-Qur’an yang terbagi menjadi dua pertemuan dalam seminggu. Pertemuan pertama digunakan pembelajaran tahfidz dengan cara menyetorkan hafalan sekaligus murojaah hafalan yang dimilikinya  sesuai grade hafalannya. Sedangkan pertemuan kedua digunakan pembelajaran tajwid dan tilawah, hal ini bertujuan untuk membenarkan siswa pada saat membaca al-Quran.
Demikian latar belakang penelitian ini yang telah dipaparkan oleh penulis, maka judul penelitian yang akan diteliti yaitu Penerapan Model Pembelajaran Al-Qur’an Di SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen Tahun Pelajaran 2019-2020. Dalam judul penelitian ini peneliti sudah menyesuaikan pada roadmap penelitian di Program Studi Pendidikan Agama Islam tahun 2019-2020 pada nomer 1 yang menjelaskan tentang model meningkatkan kualitas Sekolah di dalam bidang ISMUBA.



[1] Abu Zakariya an-Nawawi, Riyadu al-Sholihin (Bairut Libanon : Dar Thuqun Najah, 2002) hal.495
[2] Umaroh, Nanik. Pengembangan Pembelajaran Al-qur’an di Taman Pendidikan Al-qur’an, 2017. Hal. 2
[3] Mustofa, Tujuan Pendidikan Diversifikasi “Fungsi al-Qur’an” QS. Ali Imran, 3 : 138, (Pekalongan : IAIN Pekalongan, 2018)
[4] Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islama di Indonesia, (Jakarta: Mutiara, 1979), hal.34

Download PDF : BAB I-V

0 Komentar